Suatu hari Ibu Guru Bertanya kepada Murid - Murid :
Ibu Guru : Mengapa ketika seseorang dalam keadaan marah dia akan berbicara dengan suara yang keras dan dan teriak.....
Semua Murid Bepikir cukup lama......
Sampai akhirnya ada seorang murid yang mengakat tangan dan menjawab !
Murid : Bu, guru karena saat itu dia sudah kehilangan kesabaran.
Bu Guru : tapi... Nak lawan bicara nya justru berada disampingnya. Kenapa mesti berteriak?
Apakah dia sudah ga bisa bicara dengan halus.....
Hampir semua murid memberikan senjumlah alasan yang dikira mereka benar.
Tapi tidak ada jawaban yang memuaskan..
Bu Guru : Anak - anak... ketika dua orang sedang dalam keadaan marah, keadaan hati mereka sangat jauh....
walaupun secara fisik mereka begitu dekat...
karena itu untuk mencapai jarak demikian jauh mereka harus berteriak...
anehnya.... semakin keras mereka berteriak, semakin mereka menjadi marah dan sendirinya jarak hati antara keduanya makin jauh lagi...
Karena itu mereka harus berteriak lebih keras lagi! Karena itu mereka harus terpaksa berteriak lebih keras lagi.
Sang Guru Melanjutkan....
Dia Berkata.....
sebaliknya anak - anak....
apa yang terjadi apabila dua orang saling jatuh cinta?
Mereka tidak berteriak......
Tapi mereka berbicara dengan suara yang halus dan kecil, sehalus apaanpun keduanya bisa mendengarkan dengan jelas.
Kenapa Bisa begitu?
Sang Guru kepada anak - anaknya! Semua murid berfikir sangat serius...... Tapi ga satupun yang berani memberikan jawaban.
Akhirnya . . . . .
Sang Guru berkata : Nak, karena hati mereka begitu dekat hati mereka tidak berjarak pada akhirnya sepatah katapun tidak perlu di ucapkan sebuah pandangan mata saja sudah cukup memahami apa yang mereka sampaikan.
Sang Guru masih melanjutkan......
Dengan Berkata....
Ketika kamu sedang marah, jangan hatimu menciptakan jarak!
Lebih baik kamu tidak mengucapkan kata - kata yang bisa menciptakan jarak diantara kamu!
Mungkin disaat seperti itu...
Tidak mengucapkan kata - kata adalah cara yang terbaik....
 |